rss_feed

Kampung Warga Indah Jaya

Jl. Kuburan No. 05 Kampung Warga Indah Jaya
Kecamatan Banjar Agung Kabupaten TULANG BAWANG Provinsi Lampung , Kode Pos 34682

mail_outline wargaindahjaya77@gmail.com

Perayaan
Hari Bumi
  • NYOMAN JATA

    Kepala Kampung

    Tidak Ada di Kantor
  • GEDE SUDI ARJANA

    SEKRETARIS KAMPUNG

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    16 April 2026 11:20:47
  • PUTU YOHANA

    KASI PEMERINTAHAN

    Tidak Ada di Kantor
  • KOMANG ASMARA JAYA

    KASI KESRA

    Tidak Ada di Kantor
  • PUTU WIDASTRA

    OPERATOR SMART VILLAGE

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    21 April 2026 10:46:45
  • WAYAN SUKE FREDIWINATA

    STAF KANTOR

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    25 Juni 2024 11:38:17
  • WAYAN SUMERTE

    OPERATOR SISKEUDES

    Tidak Ada di Kantor
  • PUTU BEGE SUCIPTE

    KAUR PEMBANGUNAN

    Tidak Ada di Kantor
  • I MADE WIDIANA

    KAUR KEUANGAN

    Tidak Ada di Kantor
  • WAYAN MURTEYASE

    STAF KANTOR

    Tidak Ada di Kantor

settings Pengaturan Layar

Selamat Datang di Website Smart Kampung Warga Indah Jaya
Bulan Ini
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
16 Orang
Pindah
0 Orang
Bulan Lalu
Kelahiran
1 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang

0

Hari Ini

0

Kemarin

0

Minggu Ini

0

Bulan Ini

0

Bulan Lalu

0

Tahun Ini

1

Tahun Lalu

166

Total
fingerprint
OGOH OGOH BATAL DI ARAK

27 Maret 2020 13:35:41 203 Kali

Jumat, 27 Maret 2020.

Penyebaran virus Corona atau Covid-19  tidak hanya berdampak dibidang perekonomian masyarakat Kampung Warga Indah Jaya.  Merebaknya kasus Covid-19 juga merambah pada keagamaan dan budaya , pawai ogoh-ogoh juga turut terkena imbas. Pawai ogoh-ogoh yang sedianya akan dilaksanakan setelah di nilai ditiadakan. Ogoh ogoh tersebut dibeli sebanyak 2 unit menggunakan dana talangan  dikarenakan  Dana Desa Tahun Anggaran 2020 tahap 1 belum cair (sudah dibayarkan). Menurut rencana pawai ogoh-ogoh itu akan dilakukan pada malam pengrupukan (24 Maret 2020) atau sehari sebelum Nyepi.

Ogoh-ogoh itu sendiri diambil dari sebutan ogah – ogah dari bahasa Bali yang artinya sesuatu yang digoyang-goyangkan. Pada tahun 1983 merupakan bagian penting dalam sejarah ogoh-ogoh di Bali, pada tahun itu mulai dibuat wujud-wujud bhuta kala berkenaan dengan ritual Nyepi di Bali. Ketika itu ada keputusan presiden yang menyatakan Nyepi sebagai hari libur nasional. Semenjak itu masyarakat mulai membuat perwujudan onggokan yang kemudian disebut ogoh-ogoh, di beberapa tempat di Denpasar. Budaya baru ini semakin menyebar ketika ogoh-ogoh diikutkan dalam Pesta Kesenian Bali ke XII.
Definisi Ogoh-Ogoh
Buat orang awam ogoh-ogoh adalah boneka raksasa yang diarak keliling desa pada saat menjelang malam sebelum hari raya nyepi (ngerupukan) yang diiringi dengan gamelan bali yang disebut Bleganjur, kemudian untuk dibakar.

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa. Selain wujud Rakshasa, Ogoh-ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga dan Naraka, seperti: naga, gajah,, Widyadari, bahkan Dalam perkembangannya, ada yang dibuat menyerupai orang-orang terkenal, seperti para pemimpin dunia, artis atau tokoh agama bahkan penjahat.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia edisi tahun 1986, Ogoh-ogoh didefinisikan sebagai ondel-ondel yang beraneka ragam dengan bentuk yang menyeramkan.

Laura Noszlopy meneliti “Pesta Kesenian Bali; budaya, politik, dan kesenian kontemporer Indosnesia” untuk Yayasan Arts of Afrika mendefinisikan ogoh-ogoh sebagai berikut Ogoh-ogoh adalah patung yang berukuran besar yang tebuat dari bubur kertas dan bahan
pelekat yang biasanya dibuat oleh kaum remaja Bali sebagai suatu bagian dari perayaan tahunan “upacara pembersihan” (ngerupukan), yang dilaksanakan sehari sebelum perayaan Nyepi, tahun baru Hindu atau hari Nyepi.

Cendekiawan Hindu dharma mengambil kesimpulan bahwa proses perayaan ogoh-ogoh melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta, dan waktu yang maha dasyat, kekuatan itu dapat dibagi dua, pertama kekuatan bhuana agung, yang artinya kekuatan alam raya, dan kedua adalah kekuatan bhuana alit yang berarti kekuatan dalam diri manusia. kedua kekuatan ini dapat digunakan untuk menghancurkan atau membuat dunia bertambah indah.

sumber:https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/pengertian-ogoh-ogoh-dan-fungsinya-97

berkenaan dengan kondisi saat ini akibat dampak covid-19 dan berdasarkan himbauan dari pemerintah untuk sementara menghindari keramaian juga surat edaran dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Tulang Bawang terkait pembatas keramaian maka diputuskan  oleh pemerintahan Kampung Warga Indah Jaya, pengarakan ogoh ogoh ditiadakan untuk hari Raya Nyepi Tahun 2020. Kemudian disimpan untuk digunakan pada Nyepi Tahun 2021 mendatang.

 

chat
Kiriman Komentar

Pada artikel ini

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

map Wilayah Kampung

account_circle Pemerintah Kampung

event Agenda


  • Belum ada agenda

insert_photo Galeri

assessment Statistik

message Komentar Terkini

contacts Media Sosial

Alamat : Jl. Kuburan No. 05 Kampung Warga Indah Jaya
Kampung : Warga Indah Jaya
Kecamatan : Banjar Agung
Kabupaten : TULANG BAWANG
Kodepos : 34682
Telepon :
No. HP :
Email : wargaindahjaya77@gmail.com

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini : 93
Kemarin : 126
Total Pengunjung : 68.851
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.71
Browser : Mozilla 5.0

folder Arsip Artikel